Sedotan Bambu Jadi Peluang Bisnis Ramah Lingkungan yang Menjanjikan - Many Articles

Sedotan Bambu Jadi Peluang Bisnis Ramah Lingkungan yang Menjanjikan

Kondisi bumi yang semakin memprihatinkan karena sampah plastik, membuat banyak orang mulai sadar akan dampak dari penggunaan plastik, salah satunya sedotan plastik. Nah, dengan adanya campaign terkait lingkungan, membuat banyak orang berlomba-lomba untuk menciptakan terobosan gaya hidup anti plastik, termasuk pemakaian sedotan. Sehingga bisnis sedotan non plastik saat ini, bisa dibilang menjadi bisnis ramah lingkungan paling menjanjikan.

Salah satu bahan sedotan yang digunakan para pebisnis ramah lingkungan adalah bambu. Selain bambu, bahan sedotan non plastik adalah stainless steel, namun beberapa pebisnis ramah lingkungan tetap memilih bahan bambu karena dinilai unik dan memiliki seni tersendiri.

Bermodal Rp 10 Juta, Bisa Menghasilkan Omzet Ratusan Juta

Sebut saja pebisnis Sedotan Bambu asal Bali, bernama Yumna. Kebetulannya, Yumna adalah seorang pegawai yang bergelut di bidang kerajinan tangan. Hanya bermodal Rp 10 juta, ia pun memberanikan diri untuk memulai bisnisnya pertama kali.

Dari modal Rp 10 juta, Yumna menggunakan separuh modalnya untuk membeli bahan bambu, dan sisanya untuk membeli peralatan hingga untuk menggaji pegawai. Bahkan bahan bambu yang ia gunakan didatangkan dari Surabaya.
Sedotan Bambu Jadi Peluang Bisnis Ramah Lingkungan

Masih Dianggap Asing, Penjualan Sedotan Bambu Tidak Langsung Berjalan Mulus

Namun, pada awal berdirinya bisnis ramah lingkungan ini ternyata belum sepenuhnya diterima masyarakat dan langsung berjalan mulus, di mana produknya masih dianggap asing untuk digunakan. Tapi lambat laun, produknya pun mulai dikenal bahkan dibutuhkan oleh masyarakat luas, terutama bagi yang sudah sadar akan kebersihan lingkungan.

Setelah produknya dikenal, Yumna mampu menjual sedotan bambu ramah lingkungannya itu hingga 30 ribu pcs dalam sebulan. Bahkan, mayoritas ia ekspor ke Australia dan beberapa ke London. Sedangkan di negeri sendiri pangsa pasarnya masih rendah.

Sedotan Bambu Bisa Bertahan Hingga 2 Tahun

Harga sedotan bambu ramah lingkungannya itu dijual dengan harga Rp 2000 per batangnya, dengan minimal pembelian 100 pcs. Selain itu, sedotan bambu miliknya pun bisa digunakan berkali-kali, sedangkan sedotan plastik hanya bisa digunakan sekali pakai. Bahkan sedotan bambunya bisa bertahan hingga 2 tahun lamanya, jika dirawat dengan baik.

Cara merawatnya pun sangat mudah, yakni hanya dengan membersihkannya dengan air tanpa menggunakan sabun setelah digunakan, lalu dilap dengan kain atau tisu. Sedotan bambu ini juga harus disimpan di tempat yang kering, karena jika disimpan di tempat lembab, dikhawatirkan akan mudah rusak bahkan berjamur.

Namun, dari bisnis sedotan bambu ramah lingkungan ini, Yumna setidaknya berhasil mengantongi omzet hingga ratusan juta rupiah per bulan loh. Biasanya, Yumna bisa mengantongi Rp 100 juta per bulan, dan Rp 150 juta per bulan, jika pesanan sedang ramai. 

Nah, jika Anda tertarik membeli sedotan bambu milik Yumna, Anda bisa kunjungi laman Instagramnya di @bulungbambu, karena proses pembelian sedotan, hanya bisa melalui media sosial. Nah, jika Anda juga memiliki jiwa-jiwa bisnis, sedotan ini sepertinya tidak hanya bisa dijadikan pemakaian pribadi, karena Anda juga bisa menjualnya kembali atau menjadi reseller. Karena bisnis ramah lingkungan saat ini, bisa dikatakan sedang naik daun.

Yumna juga berharap, hadirnya sedotan bambu miliknya, bisa membantu menyadarkan masyarakat akan keselamatan lingkungan dan bumi dari sampah plastik dan juga sedotan plastik.

Tidak hanya sedotan bambu, Anda juga bisa membangun bisnis ramah lingkungan lain yang beragam. Apa saja ide bisnis ramah lingkungan yang memiliki omzet besar, selain sedotan bambu atau sedotan stainless steel? Nah, informasi tersebut bisa Anda dapatkan di link berikut ini: https://www.cekaja.com/info/bisnis-ramah-lingkungan-ini-untungnya-bisa-bikin-kamu-adem/

0 Response to "Sedotan Bambu Jadi Peluang Bisnis Ramah Lingkungan yang Menjanjikan "

Post a Comment